Foto bersama Dewan Guru, Kepala Sekolah, serta siswa-siswi SMA IT Ar Raihan dengan Tim KKNT Kelompok 13 Universitas Alma Ata. (Dok: Pribadi)

Edukasi Piramida Gizi Seimbang dan Literasi Obat Saat Puasa, KKNT 13 Alma Ata Tingkatkan Kesadaran Remaja Cegah PTM

Tim KKNT Kelompok 13 Universitas Alma Ata menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Edukasi Piramida Gizi Seimbang untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Literasi Penggunaan Obat Saat Bulan Puasa pada Jumat, 20 Februari 2026 di SMA IT Ar Raihan, Ngajaran, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–11.30 WIB ini diikuti oleh 28 siswa.

Acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana KKNT Kelompok 13, Angelina Salma. Dalam sambutannya, Angelina menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya pola makan sehat serta penggunaan obat yang tepat, khususnya menjelang bulan Ramadan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga pola makan sesuai piramida gizi seimbang serta bijak dalam menggunakan obat, terutama saat menjalankan ibadah puasa,” ungkap Angelina Salma.

Kepala Sekolah SMA IT Ar Raihan, Muhammad Taufiq Nurrahman, S.Biotek., turut memberikan sambutan sekaligus apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukatif seperti ini karena memberikan wawasan yang aplikatif bagi siswa, terutama menjelang bulan puasa. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan remaja saat ini, baik dari sisi pola makan maupun penggunaan obat yang bijak,” ujarnya.

Materi pertama disampaikan oleh Fitsyal Febriyadin, S.Gz., M.Gz., CH., CHt., dosen Gizi Universitas Alma Ata, yang membawakan topik Piramida Gizi Seimbang untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM). Dalam pemaparannya, ia juga mengangkat isu Gen Z, FOMO makanan, dan gaya hidup: sehat atau sekadar tren? Beliau menjelaskan bahwa fenomena Fear of Missing Out (FOMO) terhadap makanan viral kerap mendorong remaja mengikuti tren tanpa mempertimbangkan nilai gizi serta dampaknya bagi kesehatan jangka panjang.

“Generasi Z sangat dekat dengan media sosial sehingga sering mengalami FOMO terhadap tren makanan. Tidak semua makanan yang viral itu sehat. Remaja perlu memahami konsep piramida gizi seimbang agar tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mampu memilih pola makan yang benar untuk mencegah Penyakit Tidak Menular sejak dini,” jelasnya.

Pemaparan Materi Edukasi Piramida Gizi Seimbang untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM). (Dok: Pribadi)
Pemaparan Materi Edukasi Piramida Gizi Seimbang untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM). (Dok: Pribadi)

Melalui penjelasan mengenai piramida gizi seimbang, siswa diajak memahami proporsi konsumsi karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah, serta pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan. Edukasi ini menjadi langkah preventif dalam menekan risiko PTM seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi yang kini semakin banyak terjadi pada usia remaja.

Materi kedua disampaikan oleh apt. Bayu Bakti Angga Santoso, M.Pharm. Sci., dosen Farmasi Universitas Alma Ata, yang membahas Literasi Label Obat dan Suplemen Herbal serta Tata Cara Penggunaan Obat Selama Bulan Puasa. Ia menekankan pentingnya membaca informasi pada kemasan obat serta memahami waktu konsumsi obat yang tepat saat berpuasa.

“Membaca label obat adalah langkah sederhana tetapi sangat penting, apalagi saat bulan puasa. Waktu minum obat harus disesuaikan dengan jadwal sahur dan berbuka agar terapi tetap efektif dan aman. Selain itu, siswa juga perlu memahami perbedaan obat dan suplemen herbal agar tidak salah dalam penggunaannya,” paparnya.

Pemaparan Materi Literasi Label Obat dan Suplemen Herbal serta Tata Cara Penggunaan Obat Selama Bulan Puasa. (Dok: Pribadi)
Pemaparan Materi Literasi Label Obat dan Suplemen Herbal serta Tata Cara Penggunaan Obat Selama Bulan Puasa. (Dok: Pribadi)

Selama sesi pemaparan, para siswa tampak antusias mengikuti materi. Suasana semakin interaktif saat sesi kuis berlangsung. Banyak siswa dengan percaya diri mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan dari pemateri. Kegiatan menjadi lebih hidup dengan adanya pembagian hadiah bagi peserta yang berhasil menjawab dengan tepat.

Salah satu peserta, Zalfa Zafira, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut.

“Kegiatannya seru dan materinya mudah dipahami. Saya jadi lebih tahu cara membaca label obat dengan benar dan lebih sadar bahwa tidak semua makanan yang viral itu sehat untuk tubuh,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi antara Universitas Alma Ata dan SMA IT Ar Raihan dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan remaja. Melalui program ini, Tim KKNT Kelompok 13 berharap para siswa mampu menerapkan pola hidup sehat, lebih kritis dalam memilih makanan, serta bijak dalam menggunakan obat, terutama saat menjalankan ibadah puasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *